Media Visual Untuk Presentasi

Memanfaatkan Media Visual Untuk Presentasi

Media Visual Untuk Presentasi – Catatan ini untuk melengkapi catatan saya tentang cara presentasi yang baik dan benar sebelumnya.

Kita sudah pasti sering mendengar ungkapan bahwa sebuah gambar mampu mengungkapkan ribuan kata atau gambar sama nilainya dengan seribu kata. Nah, kebenaran dari pepatah ini bisa kita manfaatkan untuk lebih meyakinkan para hadirin dalam proses presentasi.

Alat peraga visual bisa jadi penting dalam mempengaruhi hasil presentasi. Untuk itu, kita perlu menyediakan sedikit upaya untuk membuat produk visual dalam presentasi.

Produk visual atau alat peraga disini bisa beragam bentuknya. Mulai dari model canggih hingga bentuk sederhana, tergantung kemampuan dan kebutuhan kita. misalnya flip chart, power point, laptop, brosur, video dan foto, atau sampel. Tapi jelas, tidak semua produk visual itu cocok untuk semua bentuk presentasi.

Flip Chart atau Flip-Over
Alat peraga seperti ini biasa kita temukan dibuat dalam skala besar untuk tenaga penjual atau dalam bisnis Network Marketing. Namun bukan berarti alat seperti ini hanya cocok untuk presentasi penjualan atau sejenisnya. Flip chart, khusunya yang berukuran kecil dapat kita gunakan untuk membantu proses presentasi menggunakan Slide Show dengan proyektor. Terutama saat menerapkan poin kedua pada cara presentasi yang baik dalam catatan saya sebelumnya.

Laptop atau Notebook
Selain untuk tujuan presentasi, menggunakan laptop saat presentasi bisa menunjukkan keahlian dalam pemanfaatan teknologi. Juga berguna untuk menunjukkan materi presentasi yang melibatkan suara, video, atau link menuju informasi tambahan presentasi Anda.

Brosur, Video, Foto, dan Sampel
Penggunaan brosur saat presentasi bukan berarti untuk membagi-bagikannya pada hadirin. Tapi jika merasa perlu, boleh juga Anda bagikan. Gunanya lebih sebagai bahan tambahan untuk mengilustrasikan hal tertentu sesuai isi presentasi Anda dan kebetulan tidak tergambarkan pada media visual utama Anda.

Khusus untuk sampel, lebih pada presentasi dimana Anda sedang menjelaskan sebuah produk fisik. Misalnya prototype kendaraan, rumah, atau makanan. Cara presentasi dengan sampel ini memungkinkan hadirin bisa mencicipi, mencium, menyentuh, bahkan membayangkan lebih baik dari produk akhir, hasil presentasi Anda.