Tips Dalam Menentukan Nilai Diri

Tips Dalam Menentukan Nilai Diri

Tips Dalam Menentukan Nilai Diri – Pernahkah kita bertanya kenapa prioritas kita sangat berpengaruh terhadap nilai diri? Karena keputusan kita dalam menentukan prioritas, terkait erat dengan dua hal. Pertama, motivasi atau tujuan prioritas itu. Kedua, bagaimana proses sehingga kita menetapkan sesuatu atau seseorang sebagai prioritas.

Jika Anda sempat membaca catatan saya tentang bagaimana menentukan dan membuat skala prioritas, Anda pasti sudah mengetahui bahwa saya menggolongkan prioritas secara garis besar dalam tiga bagian. Prioritas terhadap diri, prioritas terhadap kehidupan sosial, dan prioritas terhadap finansial atau materi.

Lalu, kapan sebuah keputusan kita terhadap suatu prioritas dikatakan menentukan nilai diri?

Banyak sudah contoh kejadian dimana seorang petinggi negara misalnya, gagal mempertahankan nilai dirinya hanya karena tergiur terhadap harta kekayaan. Hal ini terjadi karena prioritasnya terhadap finasial atau materi lebih utama baginya ketimbang prioritas terhadap kehidupan sosialnya bahkan terhadap dirinya sendiri.

Bandingkan dengan seorang wanita berjilbab yang menolak untuk menerima tawaran kerja pada sebuah instansi atau perusahaan karena keharusan melepaskan kerudung saat bekerja. Wanita ini dapat kita katakan lebih menitikberatkan pada prioritas diri (keyakinan) dan pandangan sosial.

Kedua perumpamaan ini sepertinya sudah sangat jelas menjawab bahwa keputusan terhadap prioritas sangat menentukan nilai diri kita.

Meskipun begitu, menentukan dan menempatkan prioritas yang benar pada tingkat kepentingannya sangat tidak mudah menurut saya. Selalu saja timbul konflik kepentingan, terutama ketika kita dihadapkan pada prioritas yang saling melemahkan. Seperti pada kasus wanita berjilbab tadi. Mengalami pertentangan kepentingan antara keyakinan dan kebutuhan finansial.

Sekali lagi, keputusan dalam menentukan skala prioritas terkait dengan motivasi atau tujuan dan proses. Jadi langkah yang paling bijak sebelum menetapkan prioritas yang kemudian mempengaruhi nilai diri kita, alangkah baiknya kalau kita kembali memahami motivasi atau tujuan dan proses penentuan suatu prioritas.

Maksud saya begini, seorang bisa saja sangat mementingkan prioritas dalam hal finansial. Sampai-sampai mengabaikan hubungannya dengan keluarga. Banyak kan contoh seorang ayah lebih memilih untuk lembur ketimbang menemani anaknya menikmati hari ulang tahun?

Nah, ini bukan perkara benar atau salah. Tapi Anda pasti merasakan mana yang baik dan tidak. Ketika motivasi seorang tertuju pada sesuatu yang tidak tepat, bukan tidak mungkin akan mengabaikan prioritas yang seharusnya jauh lebih penting.